Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah melakukan tiga kunjungan resmi ke Paris dalam lima bulan pertama tahun 2026. Kunjungan tersebut menandai intensifikasi upaya diplomatik Indonesia untuk memperkuat hubungan strategis dengan Perancis di bidang pertahanan, ekonomi, serta dukungan politik terhadap Palestina.
Dalam pertemuan pertama, Prabowo bertemu dengan Menteri Pertahanan Prancis dan membahas kemungkinan peningkatan kerja sama militer, termasuk latihan bersama, transfer teknologi pertahanan, serta pembelian peralatan militer yang dapat memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia.
Kunjungan kedua difokuskan pada sektor ekonomi. Kedua pemimpin menandatangani nota kesepahaman yang mencakup:
- Peningkatan volume perdagangan bilateral menjadi US$ 10 miliar pada tahun 2027.
- Promosi investasi di bidang energi terbarukan, teknologi informasi, dan infrastruktur transportasi.
- Pembentukan forum bisnis Indonesia‑Perancis untuk memfasilitasi usaha kecil dan menengah.
Kunjungan ketiga menyoroti posisi Indonesia mengenai konflik Palestina‑Israel. Prabowo menyampaikan solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina dan mengajak pemerintah Perancis untuk memperkuat tekanan diplomatik terhadap pihak yang dianggap melanggar hak asasi manusia.
Berikut rangkuman hasil utama kunjungan Prabowo ke Paris:
| Kunjungan | Fokus | Hasil Utama |
|---|---|---|
| April 2026 | Keamanan & Pertahanan | Kesepakatan latihan bersama, studi kelayakan pembelian sistem pertahanan |
| Juni 2026 | Ekonomi & Investasi | Nota kesepahaman perdagangan, forum bisnis, target investasi US$ 2 miliar |
| Agustus 2026 | Politik Internasional | Pernyataan dukungan Palestina, rencana kolaborasi pada forum PBB |
Para pengamat menilai bahwa serangkaian kunjungan tersebut menegaskan strategi luar negeri Indonesia yang menyeimbangkan kepentingan keamanan nasional, pertumbuhan ekonomi, serta peran aktif dalam isu-isu kemanusiaan internasional.
Ke depan, pemerintah Indonesia berencana memperluas kerjasama dengan Perancis dalam bidang riset pertahanan, proyek energi hijau, serta koordinasi diplomatik di panggung multilateral untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berpengaruh di Asia Tenggara.