Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Jakarta – Pada Senin (26/06/2024), lima belas mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia melakukan aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kebijakan ekonomi yang lebih responsif terhadap tekanan biaya hidup masyarakat. Demonstrasi yang berlangsung damai tersebut berakhir dengan undangan khusus dari Wakil Presiden Indonesia, Dr. Gibran Rakabuming Raka, untuk melakukan audiensi di Istana Wakil Presiden.
Mahasiswa yang hadir mewakili organisasi mahasiswa tingkat nasional menyampaikan sejumlah aspirasi utama, antara lain:
- Penurunan harga BBM secara signifikan untuk mengurangi beban transportasi dan logistik.
- Peningkatan subsidi energi bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
- Transparansi dalam penetapan kebijakan fiskal dan moneter yang berdampak pada inflasi.
- Pembangunan lapangan kerja yang berkelanjutan, terutama bagi lulusan baru.
Dalam audiensinya, Gibran menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif generasi muda dalam proses demokrasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tengah meninjau kembali kebijakan harga BBM serta mengoptimalkan program subsidi yang ada. “Kami mendengarkan aspirasi kalian, dan akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari solusi yang seimbang antara kebutuhan rakyat dan kestabilan ekonomi nasional,” ujar Gibran.
Gibran juga menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat program penyaluran bantuan sosial serta mengintensifkan program pelatihan kerja bagi para lulusan baru. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi pendidikan dalam menciptakan iklim ekonomi yang inklusif.
Reaksi dari kalangan mahasiswa beragam. Beberapa mengapresiasi kesempatan untuk berbicara langsung dengan pejabat tinggi, sementara yang lain menilai langkah ini belum cukup konkret. Salah satu mahasiswa, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, “Kami berharap tidak hanya kata-kata, melainkan kebijakan nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat dalam waktu dekat.”
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan mengevaluasi kebijakan harga BBM dalam rapat koordinasi mendatang. Sementara itu, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa penyesuaian kebijakan harus mempertimbangkan dampak pada inflasi dan defisit anggaran.
Demonstrasi di Patung Kuda ini menjadi contoh nyata bagaimana aksi mahasiswa dapat menjadi jalur dialog konstruktif dengan pemerintah. Ke depannya, para aktivis berencana melanjutkan tekanan melalui jalur legislatif dan pengajuan petisi resmi.