Setapak Langkah – 14 April 2026 | Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, pada Ahad (12 April 2024) mengungkapkan rasa kecewa atas hasil sementara pemilihan parlemen nasional yang dianggapnya menyakitkan bagi partainya, Fidesz. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers di Budapest setelah hasil awal menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan pemilu sebelumnya.
Beberapa faktor yang disebutkan oleh analis politik dalam menilai hasil tersebut antara lain:
- Kenaikan dukungan terhadap partai-partai oposisi, terutama Jobbik dan koalisi centrist yang menonjolkan isu kebebasan pers dan reformasi hukum.
- Kritik internasional terhadap kebijakan Orban yang dianggap otoriter, memicu penurunan citra di kalangan pemilih muda.
- Kelelahan publik terhadap kebijakan ekonomi proteksionis yang berdampak pada inflasi dan kenaikan harga energi.
Orban menegaskan bahwa meskipun hasilnya tidak memuaskan, partainya tetap berkomitmen untuk melanjutkan agenda reformasi nasional. Ia menambah, “Kami akan tetap memperjuangkan kepentingan rakyat Hungaria, meski harus bernegosiasi dengan pihak lain.”
Di sisi lain, para pemimpin oposisi menyambut hasil tersebut sebagai peluang untuk menyeimbangkan kekuasaan yang selama ini didominasi oleh Fidesz. Mereka menekankan pentingnya dialog konstruktif dan reformasi institusional untuk memperkuat demokrasi di negara tersebut.
Pengamat internasional memperkirakan bahwa perubahan komposisi parlemen Hungaria dapat memengaruhi hubungan negara tersebut dengan Uni Eropa, terutama dalam isu-isu seperti kebijakan migrasi, aturan hukum, dan alokasi dana struktural.
Dengan parlemen yang kini lebih beragam, proses legislasi diprediksi akan memerlukan lebih banyak kompromi. Hal ini dapat menunda atau mengubah beberapa kebijakan utama yang selama ini menjadi ciri khas pemerintahan Orban.