Setapak Langkah – 14 April 2026 | Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Kalimantan Barat resmi kembali membuka kembali jendela informasi kultural, sebuah program yang dirancang khusus untuk mengakomodasi kunjungan siswa‑siswi dari berbagai sekolah di provinsi ini.
Program ini menyediakan ruang interaktif yang menampilkan koleksi artefak, foto historis, serta rekaman multimedia yang menggambarkan warisan budaya suku Dayak, Melayu, dan Tidung di Kalimantan Barat. Setiap sesi kunjungan dilengkapi dengan penjelasan langsung dari pemandu edukatif, serta aktivitas praktis seperti workshop kerajinan tradisional.
Berikut adalah poin‑poin utama dari program jendela informasi kultural:
- Jam operasional: Senin–Jumat, pukul 09.00–15.00.
- Kuota maksimum: 30 peserta per rombongan.
- Durasi kunjungan: sekitar 2 jam.
- Materi edukasi meliputi sejarah, seni, bahasa, dan ekologi lokal.
- Fasilitas: ruang pameran permanen, laboratorium multimedia, serta area demonstrasi kerajinan.
Pihak museum menargetkan peningkatan kunjungan pelajar sebesar 40 % dibandingkan tahun sebelumnya, dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda.
“Kami ingin menjadikan museum tidak hanya sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang belajar yang hidup dan relevan bagi siswa,” ujar Kepala UPT Museum Kalimantan Barat, Bapak Andi Saputra, dalam acara pembukaan kembali jendela informasi kultural.
Program ini terbuka bagi semua jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA, dan dapat dipesan melalui sistem reservasi daring museum atau melalui koordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat.
Dengan langkah ini, Museum Kalimantan Barat berharap dapat berperan lebih aktif dalam mendukung kurikulum pendidikan nasional serta memperkuat identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi.