Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menugaskan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bahlil Lahadalia, untuk segera menindaklanjuti permasalahan pemadaman listrik yang melanda sejumlah daerah serta memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil.
Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir menimbulkan gangguan signifikan bagi rumah tangga, industri, dan layanan publik. Menurut data resmi, wilayah‑wilayah seperti Jawa Barat, Sumatera Utara, dan sebagian Kalimantan mengalami pemadaman bergilir akibat keterbatasan pasokan dan pemeliharaan jaringan yang belum optimal.
Presiden menegaskan bahwa keandalan energi listrik merupakan faktor krusial bagi pemulihan ekonomi pasca‑pandemi. Ia menyoroti bahwa fluktuasi harga BBM dapat memicu inflasi dan menambah beban hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Beberapa langkah konkret yang diminta antara lain:
- Meningkatkan percepatan perawatan dan pemeliharaan pembangkit listrik, khususnya di wilayah yang paling terdampak.
- Memprioritaskan alokasi bahan bakar untuk pembangkit listrik guna mengurangi risiko pemadaman.
- Memperkuat koordinasi antara PLN, Pertamina, dan kementerian terkait untuk memastikan rantai pasokan energi berjalan lancar.
- Melakukan pemantauan ketat terhadap pasar BBM untuk mencegah spekulasi harga.
- Memberikan informasi transparan kepada publik mengenai upaya penyelesaian dan estimasi waktu pemulihan layanan listrik.
Presiden Prabowo berharap bahwa dengan tindakan cepat dan terkoordinasi, gangguan listrik dapat diminimalisir dan harga BBM dapat dijaga pada level yang terjangkau, sehingga mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat.