Setapak Langkah – 15 April 2026 | Agus Purwadi, peneliti senior di Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (ITB), menyuarakan usulan pengurangan pajak kendaraan bermotor sebagai langkah strategis untuk meningkatkan penjualan mobil di Indonesia. Menurutnya, beban pajak yang tinggi, khususnya Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga jual akhir kendaraan dan mengurangi minat konsumen.
Purwadi menilai bahwa penurunan tarif pajak dapat menurunkan harga jual mobil secara signifikan, sehingga memperluas pasar potensial, terutama bagi kalangan menengah yang selama ini belum mampu membeli mobil baru. Ia menekankan bahwa kebijakan fiskal yang lebih lunak tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga dapat menstimulasi rantai nilai industri otomotif, mulai dari produsen, pemasok komponen, hingga dealer.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh peneliti tersebut:
- Pengurangan PPnBM sebesar 10-15%: Diperkirakan dapat menurunkan harga mobil rata-rata sekitar Rp10‑15 juta.
- Peningkatan daya beli: Harga yang lebih terjangkau akan memicu permintaan lebih tinggi, terutama di kota‑kota tier‑2 dan tier‑3.
- Dampak pada produksi: Produsen diprediksi akan meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan, yang pada gilirannya dapat menciptakan lapangan kerja baru.
- Kontribusi pada PDB: Sektor otomotif diproyeksikan menyumbang tambahan 0,3‑0,5 poin persentase pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto nasional.
- Pengurangan emisi: Dengan meningkatkan penjualan mobil yang lebih efisien dan ramah lingkungan, kebijakan ini juga dapat mendukung target pengurangan emisi transportasi.
Purwadi juga menekankan pentingnya koordinasi antara kementerian keuangan, kementerian perhubungan, dan asosiasi industri otomotif untuk memastikan bahwa penurunan pajak tidak menimbulkan celah fiskal yang signifikan. Ia mengusulkan mekanisme evaluasi berkala selama tiga tahun pertama, guna menilai dampak kebijakan terhadap penjualan, pendapatan pajak, dan keseimbangan anggaran.
Selain itu, peneliti tersebut mengingatkan bahwa kebijakan ini perlu diiringi dengan upaya peningkatan infrastruktur pendukung, seperti jaringan stasiun pengisian listrik untuk mobil listrik, guna memperkuat transisi menuju transportasi berkelanjutan.
Jika diterapkan, pengurangan pajak mobil diperkirakan dapat menjadi stimulus ekonomi jangka pendek sekaligus langkah strategis dalam mempercepat modernisasi sektor transportasi nasional.