Setapak Langkah – 18 April 2026 | Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan tahun 2026 sebagai titik fokus utama dalam upaya memperbaiki sistem transportasi publik. Dalam rapat koordinasi yang digelar pada akhir pekan lalu, walikota Bandung menegaskan bahwa proyek Bus Rapid Transit (BRT) serta program peremajaan armada angkot listrik menjadi prioritas utama.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan, menurunkan emisi karbon, serta meningkatkan kenyamanan penumpang. Selain itu, kota Bandung ingin menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengadopsi transportasi ramah lingkungan.
- Pengembangan jalur BRT meliputi penambahan 3 koridor utama dengan total panjang sekitar 25 kilometer.
- Peningkatan fasilitas halte BRT, termasuk sistem pembayaran non-tunai dan informasi real‑time.
- Pengadaan 200 unit angkot listrik baru untuk menggantikan armada konvensional yang berusia lebih dari 10 tahun.
- Pelatihan driver dan teknisi angkot listrik agar mampu mengoperasikan serta merawat kendaraan secara efektif.
- Penyediaan infrastruktur pengisian listrik di titik‑titik strategis, seperti terminal dan area parkir publik.
Anggaran yang dialokasikan untuk kedua proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 2,5 triliun, dengan sebagian dana berasal dari APBD dan sisanya didukung oleh hibah pemerintah pusat serta pinjaman lunak dari lembaga keuangan internasional.
Walikota menambahkan bahwa proses tender untuk kontraktor BRT dan pemasok kendaraan listrik akan dilaksanakan dalam tiga bulan ke depan, dengan target selesai konstruksi jalur BRT pada akhir 2025.
Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, warga Bandung diharapkan dapat merasakan layanan transportasi yang lebih cepat, bersih, dan terintegrasi pada tahun 2026.