Setapak Langkah – 18 April 2026 | Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Jumat menyampaikan bahwa Selat Hormuz akan dibuka secara penuh untuk lalu lintas komersial dan perkapalan selama masa gencatan senjata yang sedang berlangsung. Pengumuman ini datang setelah beberapa minggu ketegangan militer di wilayah tersebut, yang memicu kekhawatiran internasional terkait keamanan jalur pelayaran utama dunia.
Langkah ini diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap pasar energi global. Selat Hormuz menyumbang sekitar tiga hingga lima persen produksi minyak dunia, sehingga setiap gangguan di wilayah ini dapat memicu fluktuasi harga minyak secara signifikan. Dengan pembukaan penuh, para analis memperkirakan harga minyak mentah akan mengalami penurunan moderat dalam beberapa hari ke depan.
- Keamanan maritim: Iran berjanji meningkatkan patroli dan koordinasi dengan negara-negara tetangga untuk menghindari insiden di perairan yang strategis.
- Dampak ekonomi: Pelabuhan-pelabuhan di Uni Emirat Arab, Oman, dan Bahrain diharapkan mendapatkan kembali volume perdagangan yang sempat terhambat.
- Reaksi internasional: Amerika Serikat dan Uni Eropa menyambut positif keputusan Iran, meskipun tetap memantau situasi keamanan secara ketat.
Keputusan ini juga mencerminkan upaya diplomasi Iran dalam menegosiasikan gencatan senjata yang melibatkan pihak-pihak berkonflik di kawasan tersebut. Meskipun demikian, para pengamat memperingatkan bahwa kestabilan jangka panjang masih bergantung pada penyelesaian isu-isu politik yang lebih luas, termasuk program nuklir Iran dan hubungan dengan negara-negara Barat.
Selat Hormuz kembali beroperasi secara normal pada pukul 00.00 GMT, dengan estimasi bahwa lebih dari 20.000 kapal akan melintasinya dalam minggu pertama setelah pembukaan penuh. Pemerintah Iran menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran jalur pelayaran ini sampai gencatan senjata berakhir dan situasi politik di wilayah tersebut mencapai titik yang lebih stabil.