Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | Kementerian Luar Negeri Rusia melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, mengungkapkan bahwa Presiden Vladimir Putin memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia‑Pasifik Economic Cooperation (APEC) yang akan berlangsung di Beijing, China.
Pertemuan tersebut diharapkan terjadi di sela‑sela agenda resmi APEC, yang menjadwalkan pertemuan pemimpin negara‑negara anggota pada 13‑16 November 2023. Kedua pemimpin belum pernah bertemu secara tatap muka sejak Trump menjabat pada 2017, sementara hubungan Rusia‑AS mengalami ketegangan akibat berbagai isu, termasuk kebijakan sanksi dan konflik di Ukraina.
- Lokasi: Kota Beijing, China.
- Waktu: Antara 13‑16 November 2023, saat sidang pleno APEC.
- Isu utama yang mungkin dibahas: keamanan regional, perdagangan, dan kerja sama energi.
Jika pertemuan tersebut terwujud, analis politik memperkirakan akan membuka ruang dialog yang lebih luas antara Moskow dan Washington, meski perbedaan fundamental tetap ada. Peskov menekankan bahwa Rusia tetap terbuka untuk membahas “isu‑isu penting yang berpengaruh pada stabilitas global,” tanpa mengindikasikan adanya perubahan kebijakan signifikan.
Selain itu, kehadiran kedua pemimpin di China juga memberi sinyal diplomatik kepada negara tuan rumah, yang berusaha menegaskan peranannya sebagai mediator dalam dinamika geopolitik Asia‑Pasifik. Pemerintah China belum secara resmi mengonfirmasi agenda pertemuan bilateral tersebut, namun menyiapkan fasilitas keamanan dan protokol tinggi untuk menyambut para pemimpin dunia.
Dalam beberapa minggu mendatang, media internasional dan kantor kedutaan akan memantau perkembangan lebih lanjut, termasuk apakah pertemuan informal atau resmi akan diatur di antara sidang‑sidang APEC. Apa pun hasilnya, pertemuan potensial antara Putin dan Trump dipandang sebagai salah satu momen penting dalam hubungan bilateral yang selama ini berada pada titik kritis.