Setapak Langkah – 12 Agustus 2026 | Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Hinca Pandjaitan, menegaskan komisinya akan memberikan perhatian khusus terhadap kasus kematian Sutrimo. Menurutnya, hal ini memerlukan penanganan yang intensif dan transparan demi menegakkan akuntabilitas serta memberikan kepastian hukum bagi publik.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada pekan ini, Hinca menginformasikan bahwa Komisi III akan menggelar rapat khusus yang melibatkan semua anggota komisi terkait, serta mengundang pejabat terkait dari lembaga penegak hukum dan instansi pemerintah yang memiliki otoritas dalam penyelidikan kasus tersebut.
Rapat khusus tersebut direncanakan mencakup agenda berikut:
- Peninjauan kembali berkas investigasi awal serta bukti-bukti yang telah terkumpul.
- Evaluasi prosedur penanganan kasus kematian yang melibatkan aparat keamanan.
- Penyusunan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat mekanisme pengawasan dan transparansi dalam proses penyelidikan.
- Penetapan timeline pelaporan hasil rapat kepada publik.
Hinca juga menambahkan bahwa Komisi III berkomitmen untuk memastikan bahwa proses penyelidikan tidak terhambat oleh intervensi politik atau kepentingan lain. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga, termasuk Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi, guna menghasilkan temuan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kasus kematian Sutrimo, yang telah menimbulkan sorotan publik sejak awal tahun, masih menyisakan banyak pertanyaan terkait kronologi, penyebab, serta potensi penyalahgunaan wewenang. Dengan langkah-langkah yang diambil Komisi III, diharapkan dapat terungkap fakta-fakta penting yang selama ini masih menjadi misteri.
Para pengamat politik menilai bahwa tindakan Komisi III ini mencerminkan upaya legislator untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi negara, terutama dalam hal penegakan hukum yang adil. Mereka berharap hasil rapat khusus ini akan menjadi dasar bagi perbaikan kebijakan dan prosedur penanganan kasus serupa di masa depan.