Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Kiai sepuh menekankan pentingnya menyelenggarakan Musyawarah Nasional Alim Ulama (MNAU) dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes) secara bijaksana. Menurutnya, acara tersebut harus menjadi momentum refleksi kolektif, bukan sekadar agenda rutin.
Beberapa poin utama yang disorot oleh Kiai sepuh antara lain:
- Kebijaksanaan dalam Pengambilan Keputusan – Setiap keputusan strategis harus didasari pertimbangan mendalam, mengingat dampaknya terhadap jutaan anggota Nahdlatul Ulama.
- Keterbukaan dan Musyawarah – Proses musyawarah harus melibatkan semua elemen, mulai dari ulama senior hingga generasi muda, untuk memastikan keberagaman pandangan terakomodasi.
- Fokus pada Kesejahteraan Umat – Agenda harus diarahkan pada upaya peningkatan kesejahteraan sosial, pendidikan, dan keagamaan umat Islam di Indonesia.
Kiai sepuh juga menegaskan bahwa konbes tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan sarana penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran. Ia mengajak seluruh elemen NU untuk menyiapkan diri secara spiritual dan intelektual, sehingga hasil musyawarah dapat menjadi pedoman yang relevan bagi tantangan masa kini.
Dengan harapan tersebut, Kiai sepuh mengajak semua pihak untuk berpartisipasi secara aktif, menjunjung tinggi etika, dan mengedepankan kebijaksanaan dalam setiap langkah penyelenggaraan Konbes NU.