Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum PBNU Muhaimin Iskandar atau yang lebih dikenal sebagai Cak Imin menegaskan perlunya menjaga netralitas politik di lingkungan organisasi. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada para pengurus dan aktivis, Cak Imin memberi peringatan tegas agar tidak memanfaatkan proses Muktamar untuk kepentingan politik pribadi atau partai.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Cak Imin dalam ultimatum tersebut:
- Setiap pengurus PBNU dilarang mengaitkan agenda Muktamar dengan agenda partai politik.
- Penggunaan fasilitas NU untuk kampanye politik dianggap pelanggaran etik organisasi.
- Jika terdapat pelanggaran, akan dikenakan sanksi administratif sesuai aturan internal PBNU.
Cak Imin juga mengingatkan pentingnya persatuan umat dalam menghadapi tantangan zaman, terutama di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompleks. Ia mengajak semua elemen NU untuk fokus pada agenda keagamaan, sosial, dan pendidikan, serta memperkuat peran NU sebagai lembaga yang menengahi konflik dan mempromosikan nilai-nilai moderat.
Reaksi dari kalangan internal NU beragam. Sebagian menyambut baik pernyataan tersebut sebagai upaya menjaga integritas organisasi, sementara yang lain menilai perlunya dialog lebih lanjut untuk menyeimbangkan aspirasi politik pribadi dengan kepentingan kolektif organisasi.
Jika ultimatum ini dipatuhi, diharapkan Muktamar ke-35 dapat berlangsung lancar, menghasilkan kebijakan strategis yang memperkuat peran NU dalam masyarakat, serta menegaskan posisi NU sebagai entitas non‑politikal yang tetap berpengaruh dalam wacana kebangsaan.