Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan. Kedua mahasiswa tersebut tewas dalam kecelakaan saat mengikuti Latihan Simulasi Militer (Latsarmir) yang berlangsung di wilayah tertentu.
Program SPPI merupakan inisiatif pemerintah untuk menyiapkan tenaga ahli muda yang dapat menggerakkan pembangunan di tingkat desa dan kelurahan. Peserta yang terlibat dalam Latsarmir biasanya menjalani pelatihan fisik, taktik dasar, serta prosedur evakuasi darurat guna menambah wawasan pertahanan dan keamanan.
Kementerian Pertahanan melalui juru bicara menyatakan, “Kami sangat berduka atas kehilangan dua generasi muda yang memiliki semangat tinggi untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa. Kami akan terus memberikan dukungan kepada keluarga korban serta memastikan proses pemulihan berjalan lancar.”
Selain pernyataan resmi, Kemenhan juga menegaskan komitmen untuk meninjau kembali prosedur keselamatan dalam pelaksanaan Latsarmir, agar kejadian serupa tidak terulang. Beberapa langkah yang direncanakan antara lain:
- Peningkatan standar keamanan dan kesehatan pada setiap kegiatan lapangan.
- Pelatihan khusus bagi instruktur dalam menangani situasi darurat.
- Pengawasan ketat oleh tim medis selama pelatihan berlangsung.
Keluarga korban dilaporkan akan menerima bantuan sosial serta bantuan psikologis dari pemerintah. Upacara pemakaman dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dengan melibatkan pejabat terkait.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan mahasiswa dan masyarakat, mengingat pentingnya keseimbangan antara pembelajaran praktis dan keselamatan peserta. Pemerintah diharapkan dapat memperkuat regulasi serta mengoptimalkan koordinasi antar lembaga dalam menyelenggarakan program serupa di masa mendatang.