Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, mengajukan usulan agar pemerintah menyalurkan hibah motor listrik kepada guru honorer. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya transportasi guru yang tidak memperoleh gaji tetap.
Guru honorer di Indonesia selama ini mengandalkan pendapatan tidak tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya perjalanan ke sekolah. Dengan meningkatnya harga bahan bakar, beban tersebut menjadi semakin berat. Hibah motor listrik dipandang sebagai solusi yang ramah lingkungan sekaligus menghemat biaya operasional jangka panjang.
- Target penerima: guru honorer di seluruh Indonesia.
- Jenis motor: listrik dengan kapasitas baterai yang cukup untuk menempuh jarak rata-rata 80-100 km per hari.
- Skema hibah: pemerintah menyediakan subsidi penuh atau sebagian, tergantung pada anggaran tahunan.
Selain mengurangi beban biaya transportasi, program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas guru, karena mereka dapat lebih tepat waktu dalam melaksanakan tugas mengajar. Selain itu, penggunaan motor listrik selaras dengan agenda pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung transisi energi bersih.
Rencana pengajuan hibah ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat komisi X DPR pada pekan depan. Jika disetujui, implementasinya diproyeksikan mulai awal tahun ajaran baru, dengan prioritas daerah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi.