Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai bahwa menutup perlintasan sebidang merupakan solusi paling efektif untuk meningkatkan keselamatan di jalur kereta api. Menurutnya, perlintasan sebidang yang masih beroperasi menimbulkan risiko tabrakan yang tinggi antara kendaraan bermotor dan kereta, terutama pada wilayah dengan volume lalu lintas tinggi.
Setijowarno menjelaskan bahwa data kecelakaan di Indonesia menunjukkan tren peningkatan insiden di perlintasan sebidang selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2022 tercatat lebih dari 1.200 kejadian, dengan korban luka serius sebanyak 350 orang. Sebagian besar kecelakaan terjadi karena kurangnya pengawasan dan sistem peringatan yang memadai.
Penutupan perlintasan sebidang menawarkan beberapa keuntungan utama:
- Pengurangan Risiko: Menghilangkan titik konflik antara kereta dan kendaraan jalan raya.
- Efisiensi Operasional Kereta: Kereta dapat melaju dengan kecepatan lebih tinggi tanpa harus memperlambat diri di perlintasan.
- Penghematan Biaya Jangka Panjang: Mengurangi kebutuhan akan pemasangan dan pemeliharaan sistem sinyal serta pintu pagar otomatis.
Namun, implementasi penutupan tidak lepas dari tantangan. Antara lain, kebutuhan akan alternatif rute bagi pengguna jalan, terutama di daerah pedesaan yang sangat bergantung pada perlintasan tersebut. Pemerintah harus memastikan pembangunan jembatan penyeberangan atau underpass yang memadai, serta sosialisasi yang intensif kepada masyarakat.
Berikut langkah-langkah yang direkomendasikan oleh Setijowarno untuk pelaksanaan penutupan yang efektif:
- Identifikasi perlintasan dengan tingkat kecelakaan tertinggi menggunakan data historis.
- Rencanakan alternatif infrastruktur (jembatan/underpass) dengan melibatkan pihak terkait.
- Lakukan sosialisasi dan edukasi publik secara berkelanjutan.
- Implementasikan fase penutupan bertahap, dimulai dari perlintasan yang paling kritis.
- Evaluasi dampak pasca-penutupan dan lakukan penyesuaian bila diperlukan.
Dengan pendekatan yang terintegrasi antara kebijakan, infrastruktur, dan edukasi, penutupan perlintasan sebidang dapat menjadi langkah strategis untuk menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem transportasi kereta api di Indonesia.