Setapak Langkah – 14 Juli 2026 | Setelah masa libur sekolah berakhir, Wakil Kepala Badan Guru Nasional (Waka BGN) melakukan serangkaian inspeksi ke sejumlah sekolah negeri, swasta, serta Satuan Pendidikan dan Pelatihan Guru (SPPG) di beberapa provinsi. Kunjungan ini bertujuan memantau pelaksanaan program Merdeka Belajar – Guru (MBG) yang mulai diterapkan secara menyeluruh pada tahun ajaran baru.
Tim inspeksi terdiri atas pejabat BGN, perwakilan Kementerian Pendidikan, serta pakar kurikulum. Mereka menilai tiga aspek utama: kesiapan infrastruktur, kompetensi guru dalam menerapkan pendekatan MBG, dan kepatuhan terhadap jadwal pembelajaran pasca libur.
Temuan utama
- Kesiapan fasilitas: Sekitar 78% sekolah telah memperbaharui ruang kelas dengan perlengkapan digital, namun 22% masih mengalami keterbatasan akses internet stabil.
- Kompetensi guru: Sebagian besar guru (≈ 85%) telah mengikuti pelatihan MBG, namun masih ada 15% yang membutuhkan pendampingan lanjutan, terutama dalam penggunaan modul berbasis proyek.
- Pelaksanaan jadwal: Semua SPPG melaporkan bahwa proses belajar mengajar telah kembali berjalan sesuai kalender akademik, namun terdapat penundaan satu hingga dua minggu pada beberapa sekolah di daerah terpencil.
- Partisipasi siswa: Tingkat kehadiran siswa meningkat rata‑rata 5 poin persentase dibandingkan periode sebelum libur, menandakan antusiasme kembali ke kelas.
Selain temuan kuantitatif, tim juga mencatat beberapa tantangan yang perlu diatasi, antara lain kebutuhan perangkat keras tambahan, penyediaan materi ajar yang relevan dengan konteks lokal, serta peningkatan jaringan internet di wilayah pedesaan.
Berikut rekomendasi yang diajukan oleh Waka BGN:
- Mengalokasikan anggaran khusus untuk peningkatan infrastruktur digital di sekolah dengan akses terbatas.
- Menjadwalkan pelatihan lanjutan bagi guru yang belum sepenuhnya menguasai metode MBG, terutama melalui program mentoring daring.
- Memperkuat koordinasi antara Dinas Pendidikan daerah dan SPPG untuk memastikan distribusi materi ajar yang sesuai.
- Memantau secara berkala tingkat kehadiran dan hasil belajar siswa selama tiga bulan pertama setelah libur.
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan implementasi MBG dapat berjalan lebih merata dan menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.