Suka Sejarah? Yuk Liburan Ke 5 Wisata Candi Klaten Terbaru dan Terpopuler Ini!

Wisata Candi Klaten

Seperti yang diketahui bersama bahwa Klaten merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Yogyakarta dan Solo menjadikannya termasuk dalam Kasunan Surakarta.

Banyak sekali berbagai macam tempat wisata Klaten menarik. Salah satunya wisata candi Klaten yang terkenal akan keunikan dan sejarahnya.

Candi-candi tersebut diperkirakan usianya mencapai ratusan tahun. Sebagian bangunannya ada yang masih utuh dan ada juga yang sudah tidak berbentuk. Hanya tinggal puing-puing berbatuannya saja. Meski begitu wisata ini patut dikunjungi agar wawasan kamu tentang sejarah semakin bertambah.

Kebanyakan candi yang ada di Klaten adalah Candi Hindu dan Candi Budha. Dikarenakan dulunya mayoritas masyarakat di sana memeluk dua agama tersebut.

Kamu ingin tahu wisata candi Klaten apa saja yang sering dikunjungi wisatawan? Untuk menjawab pertanyaan itu silakan kamu simak ulasan lengkapnya di bawah ini

5 Wisata Candi Klaten Terpopuler

Kabupaten Klaten memang dikenal memiliki tempat wisata sejarah yang sangat banyak. Mulai dari candi, arca, museum, dan masih banyak lagi. Namun yang menjadi favorit wisatawan adalah wisata candi Klaten. Setiap wisatawan yang datang ke Klaten pasti selalu menyempatkan diri mengunjungi kelima wisata candi berikut.

1. Candi Gana

1690540532672
Sumber : Google Maps/binawan satriya

Alamat : Jalan Candi Sewu, Bener, Bugisan, Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Lokasi : Google Maps
Harga tiket : Rp5.000
Jam buka : 07.00 – 17.00 WIB

Wisata candi Klaten yang pertama ada Candi Gana yang berlokasi di sekitar kawasan Bener, Bugisan. Candi Budha satu ini berada persis di dalam kompleks Candi Prambanan. Menurut sumber terpercaya, Candi Gana dibangun sekitar abad ke-9. Hal tersebut bisa diketahui Lantara melihat bagian bawah bangunan candi dan perbingkaian kaki.

Tepat di bagian bawah candi ada sebuah sisi genta dengan bentuk bilah rotan. Dari situlah para peneliti menyimpulkan bahwa Candi Gana memang dibangun pada abad ke-9. Bentuk bangunannya sebagian besar hanya puing-puing berbatuan. Hanya bagian alas candi saja yang terlibat masih utuh.

Candi Gana memiliki induk berbentuk bujur sangkar dengan bagian kaki menyisakan belah rotan, padma, dan bingkai rata. Candi ini sengaja didirikan sebagai tempat peribadatan untuk memuja sosok Kuwera. Menemukan lokasinya bukan sesuatu yang sulit. Dari Candi Sewu jaraknya hanya sekitar 300 meter dan bisa kamu tempuh dengan jalan kaki.

2. Candi Bubrah

1690541146036
Sumber : Google Maps/Eneng Nolis

Alamat : Klurakbaru, Tlogo Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Lokasi : Google Maps
Harga tiket : Rp10.000
Jam buka : 06.00 – 18.00 WIB

Candi Bubrah termasuk wisata bersejarah paling populer di Kabupaten Klaten. Tidak ada satupun orang yang tak mengenal candi Klaten ini. Hampir semua wisatawan yang pernah datang ke sana pasti tahu. Sama seperti candi sebelumnya, lokasi Candi Bubrah masih satu kompleks dengan Candi Prambanan.

Nama “Bubrah” sengaja disematkan karena bangunan ini ditemukan dalam kondisi sudah rusak. Candi Bubrah dibangun sejak abad ke-9 yang mana masih satu masa dengan Candi Lumbung Sleman dan Candi Sewu. Bahan baku candi ini secara keseluruhan menggunakan batuan andesit. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran sekitar 12 x 12 meter.

Kalau dilihat sekilas, Candi Bubrah terlihat begitu tinggi dan ramping. Pada bagian atapnya membentuk stupa yang menyimbolkan keagungan Gunung Meru. Sementara di bagian luar terdapat arca Dhyani yang tersimpan rapi dalam sebuah relung. Candi ini berlatar belakang Budha yang dibangun oleh Rakai Panangkaran sebagai tempat pemujaan.

3. Candi Sojiwan

1690541361870
Sumber : Google Maps/Kartika Sari

Alamat : Jalan Banjarsari 12, Kebon Dalem, Kidul Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Lokasi : Google Maps
Harga tiket : Rp25.000
Jam buka : 08.00 – 17.00 WIB

Kali ini ada Candi Sojiwan yang lokasinya tidak jauh dari Candi Prambanan. Kompleks candi Klaten ini tergolong luas, yaitu berukuran sekitar 8.140 meter persegi. Untuk candinya sendiri setinggi 27 meter dengan bangunan utama seluas 401,3 meter persegi.

Menurut catatan sejarah, Candi Sojiwan dibangun oleh seorang Raja Balitung. Tujuannya tidak lain sebagai penghormatan kepada mendiang neneknya yang bernama Nini Haji Rakryan Sanjiwana. Beliau sendiri adalah seorang pemeluk agama Budha.

Daya tarik Candi Sojiwan ada di bagian 20 reliefnya yang mengisahkan cerita Jataka dari India. Kemudian bagian dalam candi ada sebuah arca bernama Dwarapala. Sayang sekali arca tersebut dalam kondisi rusak. Sementara pada bagian tubuh candi dulunya ada ukiran sulur-sulur. Namun karena sebagian batu menghilang terpaksa diganti batuan polos.

4. Candi Merak

1690541478058
Sumber : Google Maps/gede januar

Alamat : Candi, Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Lokasi : Google Maps
Harga tiket : Rp5.000
Jam buka : 07.30 – 14.00 WIB, Minggu tutup

Candi Merak adalah salah satu peninggalan Kerajaan Mataram kuno yang masih bisa kamu lihat sampai sekarang. Lokasinya tidak jauh dari Candi Karangnongko dan diperkirakan kedua usia candi tersebut sama. Dibangun sekitar abad ke-8 dengan tinggi bangunan mencapai 12 meter dan luas 8,38 x 8, 38 meter.

Candi Merak sempat mengalami proses pemugaran yang cukup lama. Dimulai pada tahun 2007 dan selesai tepat di tahun 2010 lalu. Sementara bagian atapnya baru rampung satu tahun setelahnya, yaitu tahun 2011. Dan kini wujud sandi Klaten satu ini sudah tampak lebih menarik daripada sebelumnya.

Keberadaan Candi Merak baru ditemukan pada tahun 1925. Dulunya di sekitar candi tersebut ada Pohon Joho besar yang mana menjadi sarang burung merak. Dikarenakan usia yang sudah tua, akhirnya pohon tersebut tumbang dan membuat akarnya naik ke atas. Akibat kejadian itu banyak sekali ditemukan arca dan juga Candi Merak itu sendiri.

5. Candi Karangnongko

1690541604055
Sumber : Google Maps/binawan satriya

Alamat : Dusun I Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Lokasi : Google Maps
Harga tiket : Rp5.000
Jam buka : 07.00 – 16.00 WIB

Candi Kalten satu ini sudah cukup populer di kalangan wisatawan lokal maupun luar Klaten. Candi Karangnongko dibangun sejak abad ke-8 dan baru ditemukan sekitar tahun 1970. Bangunan tersebut hanya sebuah fondasi berukuran 9 x 9 meter persegi dengan tinggi sekitar 0,5 meter.

Satu hal menarik dari candi satu ini ialah adanya mata air jernih menggenang pada sebuah susunan batu. Untuk lokasinya masih berdekatan dengan Candi Karangnongko. Warna airnya benar-benar bening dan masih alami layaknya sumber mata air pegunungan.

Meskipun namanya Candi Karangnongko, tetapi warga sekitar lebih mengenalnya dengan Candi Sumur Bandung. Pada bagian luar candi terdapat puing-puing batu bata berserakan. Dimana batu bata itu sendiri adalah bagian dari bangunan candi. Di sisi lain juga ada beberapa arca dengan pose duduk bersila yang mana bentuknya sudah tidak utuh lagi.

Itulah beberapa rekomendasi wisata candi Klaten yang tengah populer saat ini. Mengunjungi wisata sejarah seperti candi bukanlah sesuatu yang buruk. Selain jalan-jalan, kamu juga akan memperoleh banyak pengetahuan dan wawasan penting. Terutama soal sejarah bangunan candi itu sendiri. Semoga informasinya bermanfaat dan jangan lupa share.

Avatar for Indriani
Indriani Memiliki kesibukan sebagai content writer dan menyukai bidang gambar, baca, dan menulis.
Avatar for Indriani
Indriani Memiliki kesibukan sebagai content writer dan menyukai bidang gambar, baca, dan menulis.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments