Setapak Langkah – 04 Agustus 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu, 2 Agustus, mengumumkan bahwa proses negosiasi dengan Iran akan dimulai pada hari Senin mendatang. Pengumuman tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri oleh jurnalis domestik dan internasional.
Trump menegaskan bahwa negosiasi ini merupakan langkah penting untuk menurunkan ketegangan yang telah meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait program nuklir Iran dan serangkaian sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Washington.
Berikut poin-poin utama yang disampaikan oleh Presiden Trump:
- Negosiasi akan difokuskan pada pembatasan program nuklir Iran serta mekanisme verifikasi internasional.
- Amerika Serikat bersedia mengurangi atau mencabut sebagian sanksi ekonomi sebagai imbalan atas komitmen Iran dalam menghentikan pengembangan senjata nuklir.
- Proses dialog ini akan melibatkan mediator pihak ketiga, termasuk Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
- Trump menambahkan bahwa hasil akhir dari negosiasi diharapkan dapat tercapai dalam beberapa minggu, dengan tujuan menandatangani perjanjian yang mengikat semua pihak.
Reaksi dari pihak Iran masih menunggu konfirmasi resmi. Namun, juru bicara kementerian luar negeri Iran sebelumnya menyatakan kesiapan untuk kembali ke meja perundingan setelah meninjau langkah-langkah konkret yang diusulkan oleh Washington.
Pemerintah Amerika Serikat juga menekankan bahwa keamanan regional dan stabilitas ekonomi global menjadi prioritas utama dalam upaya diplomatik ini. Jika berhasil, kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pemulihan hubungan dagang antara kedua negara yang selama ini terhambat oleh kebijakan sanksi.