Setapak Langkah – 16 April 2026 | Angkatan Laut Republik Indonesia (TNI AL) resmi mengimplementasikan mobil hybrid dan kendaraan listrik sebagai bagian dari armada dinasnya. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga setengahnya, sekaligus mendukung agenda pengurangan emisi karbon di lingkungan militer.
Penggunaan kendaraan ramah lingkungan ini dimulai di sejumlah rumah dinas di Jakarta dan juga di luar ibu kota. Penempatan pertama meliputi mobil hybrid berteknologi plug‑in dan mobil listrik murni yang telah melalui uji kelayakan operasional.
Jenis Kendaraan yang Diterapkan
- Hybrid plug‑in: menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik, memungkinkan perjalanan jarak pendek sepenuhnya menggunakan listrik.
- Mobil listrik murni: sepenuhnya ditenagai baterai lithium‑ion, cocok untuk tugas administratif dan mobilitas singkat di area base.
Perbandingan Konsumsi BBM
| Jenis Kendaraan | Konsumsi BBM (liter/100km) | Penghematan |
|---|---|---|
| Mobil bensin konvensional | 12,0 | – |
| Hybrid plug‑in (mode listrik) | 6,0 | 50% |
| Mobil listrik (energi listrik) | 0 (tidak memakai BBM) | 100% |
Data di atas menunjukkan potensi penghematan bahan bakar yang signifikan, terutama pada kendaraan hybrid yang dapat beroperasi secara listrik selama jarak pendek sebelum mesin bensin menyala.
Selain manfaat ekonomi, penggunaan kendaraan listrik juga mengurangi jejak karbon TNI AL. Menurut perhitungan internal, transisi ini dapat menurunkan emisi CO₂ sebesar 30‑40% dibandingkan dengan armada berbahan bakar fosil.
Implementasi awal ini akan menjadi pilot project untuk kemudian diikuti oleh unit‑unit lain di seluruh kepangkatan TNI. Jika hasilnya positif, rencana jangka menengah mencakup penggantian sebagian besar armada dinas dengan kendaraan hibrida atau listrik, sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai energi bersih.