Setapak Langkah – 22 April 2026 | Panitia Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Airlangga (Unair) melaporkan adanya satu calon peserta yang tidak hadir pada hari pelaksanaan tes, namun diduga telah menggunakan jasa joki untuk mengisi jawaban.
Selain ketidakhadiran, tim pengawas menemukan pola jawaban yang sangat mirip dengan hasil ujian peserta lain yang hadir, menimbulkan dugaan kuat bahwa jawaban telah disalurkan melalui perantara.
- Nomor pendaftaran: tidak diungkapkan demi privasi.
- Waktu ujian: 15 Mei 2026, sesi pagi.
- Temuan kejanggalan: data biometrik tidak cocok, pola jawaban serupa.
Panitia menyatakan bahwa prosedur keamanan UTBK mencakup verifikasi identitas secara berlapis, termasuk pemeriksaan kartu ujian, sidik jari, dan foto. Ketika salah satu langkah tidak terpenuhi, peserta otomatis dinyatakan tidak sah.
Jika terbukti menggunakan jasa joki, peserta dapat dikenakan sanksi administratif berupa pembatalan nilai UTBK serta larangan mendaftar di perguruan tinggi manapun di Indonesia selama lima tahun, sesuai dengan peraturan Badan Nasional Pengembangan Pendidikan Tinggi (BNPPT).
Kasus ini menambah daftar panjang insiden kecurangan ujian di tingkat nasional, yang sebelumnya melibatkan penyedia jasa online dan kelompok belajar terorganisir. Pemerintah dan lembaga pendidikan terus berupaya memperketat mekanisme pengawasan, termasuk penerapan sistem biometrik yang lebih canggih dan audit acak pada hasil ujian.
Unair berkomitmen untuk menindaklanjuti temuan ini secara transparan, dengan melibatkan auditor independen untuk menelusuri sumber dana dan jaringan joki yang mungkin terlibat.