Setapak Langkah – 22 April 2026 | Ibrahim Arief, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibam, baru-baru ini mengungkapkan kembali bagaimana awal pertemuannya dengan Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Menurut Ibam, pertemuan pertama keduanya terjadi pada sebuah acara konferensi teknologi di Jakarta pada awal 2018, dan yang paling mengejutkan adalah tidak ada sekali pun topik proyek atau agenda kerja yang dibahas.
Ibam menjelaskan bahwa suasana pertemuan tersebut lebih bersifat informal. Kedua tokoh tersebut terlibat dalam diskusi ringan mengenai latar belakang pendidikan, hobi, serta visi pribadi masing-masing mengenai inovasi dalam bidang pendidikan. “Kami sempat berbincang tentang buku yang kami sukai, musik, bahkan tentang kuliner khas Jakarta,” ujar Ibam dalam sebuah wawancara.
Berikut rangkaian singkat peristiwa penting yang mengiringi hubungan profesional mereka setelah pertemuan pertama:
- 2018: Pertemuan pertama di konferensi teknologi, tanpa pembahasan proyek.
- 2019: Nadiem mengundang Ibam sebagai pembicara tamu dalam forum kebijakan pendidikan.
- 2020: Kedua pihak mulai menjajaki kolaborasi pada program literasi digital.
- 2021: Ibam ditunjuk sebagai penasihat khusus di Kementerian Pendidikan, mengingat kedekatan pribadi yang terjalin sejak awal.
Meskipun kini keduanya sering berinteraksi dalam konteks kebijakan dan program pemerintah, Ibam menegaskan bahwa fondasi hubungan mereka tetap bersandar pada kepercayaan pribadi dan ketertarikan bersama, bukan semata‑kali agenda proyek. “Hubungan kami dimulai dari ketulusan dalam berkomunikasi, bukan karena kepentingan politik atau bisnis,” tegasnya.
Pengakuan Ibam ini memberikan gambaran bahwa di balik dinamika dunia politik dan kebijakan, terdapat pula kisah personal yang dapat memengaruhi cara kerja dan kolaborasi para pemimpin. Keterbukaan dalam berinteraksi secara non‑formal dapat menjadi modal penting dalam membangun sinergi yang lebih efektif di masa depan.