histats

Sosok Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi: Sorotan Terbaru

Sosok Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi: Sorotan Terbaru

Setapak Langkah – 22 April 2026 | Letjen TNI Djon Afrianda telah menapaki karier militer selama lebih dari tiga dekade, menempati posisi strategis dalam Angkatan Darat Republik Indonesia. Penunjukannya sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada akhir 2023 menimbulkan beragam reaksi, baik dari kalangan militer maupun masyarakat sipil.

Berawal dari akademi militer, Djon Afrianda menapaki jenjang jabatan melalui berbagai penugasan penting, termasuk komando batalion infanteri, staf operasi di tingkat daerah, serta peran sebagai asisten personal bagi menteri pertahanan. Pengalaman lapangan yang luas membuatnya dikenal sebagai perwira yang menekankan disiplin, inovasi taktis, dan penekanan pada profesionalisme pasukan khusus.

Berikut rangkaian jabatan kunci yang pernah diemban oleh Letjen Djon Afrianda:

  • Komandan Batalion Infanteri (2005‑2009)
  • Kepala Staf Operasi Kodam (2010‑2013)
  • Asisten Personal Menteri Pertahanan (2014‑2017)
  • Komandan Resimen Infanteri (2018‑2020)
  • Wakil Panglima Kopassus (2021‑2023)
  • Panglima Kopassus (2023‑sekarang)

Penunjukan tersebut tidak lepas dari sorotan publik karena Kopassus sering menjadi subjek perdebatan mengenai metode operasi, hak asasi manusia, dan peran dalam penanggulangan terorisme. Djon Afrianda menegaskan komitmennya untuk meningkatkan transparansi, memperkuat pelatihan profesional, serta menegakkan standar etika dalam setiap operasi.

Selain fokus pada aspek operasional, Panglima baru ini juga mengusulkan program modernisasi peralatan, termasuk adopsi teknologi drone, sistem komunikasi terenkripsi, dan peningkatan kemampuan intelijen siber. Program tersebut diharapkan dapat menyesuaikan kemampuan Kopassus dengan dinamika ancaman kontemporer.

Di arena politik, kehadirannya menjadi bahan perbincangan di parlemen serta media massa. Beberapa anggota DPR menilai penunjukan Djon Afrianda sebagai langkah positif untuk menstabilkan keamanan dalam negeri, sementara kelompok hak asasi manusia menuntut pengawasan lebih ketat terhadap tindakan pasukan khusus.

Secara keseluruhan, Letjen TNI Djon Afrianda berada pada persimpangan antara tradisi militer yang kuat dan tuntutan modernisasi serta akuntabilitas publik. Bagaimana ia mengelola tantangan ini akan menjadi penentu utama bagi citra Kopassus ke depan.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *