Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke beberapa negara di kawasan Teluk pada Minggu, 12 Juli 2026, sebagai respons atas aksi militer Amerika Serikat yang menargetkan instalasi militer di dalam wilayah Iran. Serangan balasan ini menandai peningkatan ketegangan yang belum pernah terjadi sejak perjanjian nuklir 2015.
Berikut rangkaian peristiwa utama yang terjadi pada 12 Juli 2026:
- 08:30 WIB – Pesawat tempur AS menabrak instalasi rudal udara di wilayah barat Iran.
- 09:15 WIB – Iran mengumumkan kesiapan melancarkan serangan balasan.
- 10:00 WIB – Peluncuran rudal balistik dan drone dari pangkalan militer di dalam negeri Iran.
- 10:45 WIB – Pemerintah Bahrain melaporkan kerusakan pada fasilitas pelabuhan.
- 11:30 WIB – Uni Emirat Arab mengonfirmasi gangguan pada jaringan listrik.
Reaksi internasional beragam. Sekutu tradisional AS, termasuk Inggris dan Australia, menyerukan penahanan diri dan mengingatkan akan bahaya spiralisme konflik. Sementara itu, negara-negara non‑blok seperti Turki dan Rusia mengusulkan pembicaraan mediasi melalui Perserikatan Bangsa‑Bangsa.
Para analis geopolitik memperkirakan bahwa eskalasi ini dapat memicu konsekuensi ekonomi yang signifikan, khususnya pada pasar minyak dunia. Harga Brent yang sebelumnya berada di kisaran $78 per barel, sempat melambung hingga $92 per barel pada sore hari setelah serangan diumumkan.
Dalam jangka menengah, para pengamat menilai bahwa kedua belah pihak masih memiliki ruang diplomatik untuk menurunkan ketegangan, namun ketidakpastian politik di wilayah tersebut dapat memperpanjang periode instabilitas.