Setapak Langkah – 14 April 2026 | Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok untuk memperluas kolaborasi dalam program pengentasan kemiskinan. Kesepakatan ini menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta investasi di sektor pertanian dan perikanan di wilayah Papua.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, para pejabat menyoroti pentingnya sinergi antara kedua negara dalam mengatasi tantangan struktural yang selama ini menghambat pertumbuhan ekonomi di daerah paling terpencil. Rencana aksi mencakup pembangunan jalan akses, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pendirian pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat lokal.
- Pembangunan infrastruktur transportasi untuk memperlancar distribusi hasil pertanian.
- Transfer teknologi pertanian modern yang adaptif terhadap kondisi iklim Papua.
- Program beasiswa dan pelatihan kejuruan bagi pemuda Papua.
Dengan dukungan keuangan dan teknis dari Tiongkok, pemerintah Indonesia menargetkan penurunan angka kemiskinan di Papua sebesar 15 persen dalam lima tahun ke depan. Selain itu, diharapkan tercipta lapangan kerja baru yang dapat menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan memperkuat ketahanan pangan regional.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral secara keseluruhan, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam melaksanakan agenda pembangunan berkelanjutan sesuai dengan visi Indonesia 2045.