Setapak Langkah – 22 April 2026 | JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa skema restrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh sudah berada pada tahap final dan akan diumumkan dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut menenangkan pasar dan menghilangkan kekhawatiran investor, khususnya dari Tiongkok, yang menjadi salah satu pemegang saham utama dalam proyek tersebut.
Whoosh, yang direncanakan menghubungkan Jakarta dengan Bandung dalam waktu kurang dari satu jam, mengalami kendala finansial sejak awal 2024 karena pembengkakan biaya dan penyesuaian teknis. Pemerintah Indonesia kemudian mengajukan proposal restrukturisasi yang meliputi penyesuaian jadwal pembayaran, penurunan suku bunga, serta penambahan ekuitas dari pihak domestik.
- Penjadwalan ulang pembayaran: Jangka waktu pembayaran utang diperpanjang dari 7 menjadi 10 tahun.
- Penurunan suku bunga: Suku bunga rata‑rata diturunkan sebesar 0,75 % dari tingkat sebelumnya.
- Injeksi ekuitas: Pemerintah menambah kontribusi ekuitas sebesar Rp 1,5 triliun untuk memperkuat struktur modal.
Dalam konferensi pers, Purbaya menegaskan, “Keputusan terkait skema restrukturisasi utang Whoosh pada dasarnya sudah final. Kami akan segera mengumumkannya secara resmi, sehingga semua pihak dapat menyesuaikan ekspektasi mereka.” Ia menambahkan bahwa langkah ini tidak akan menambah beban fiskal negara secara signifikan karena sebagian besar dana berasal dari sumber internal dan penyesuaian suku bunga.
Reaksi dari Tiongkok pun positif. Pihak kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta menyatakan tidak ada alasan untuk khawatir, mengingat komitmen jangka panjang China dalam proyek infrastruktur Indonesia tetap kuat. Menurut sumber resmi, China masih berencana mempertahankan investasi awal senilai US$ 2,5 miliar dan menunggu pelaksanaan proyek secara bertahap.
Para analis pasar melihat langkah restrukturisasi ini sebagai sinyal stabilitas fiskal dan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan proyek strategis. Salah satu analis senior di bank investasi lokal menilai bahwa penyelesaian Whoosh dapat meningkatkan konektivitas regional, mengurangi waktu tempuh antara Jakarta dan Bandung, serta memberikan dorongan bagi sektor pariwisata dan logistik.
Namun, masih ada tantangan yang harus dihadapi, antara lain:
- Ketersediaan bahan baku dan komponen kritis yang masih dipengaruhi oleh gangguan rantai pasokan global.
- Penyesuaian regulasi yang diperlukan untuk mengintegrasikan sistem operasional kereta cepat dengan jaringan transportasi yang ada.
- Pengawasan ketat terhadap pelaksanaan anggaran agar tidak terjadi overruns biaya di masa depan.
Secara keseluruhan, pengumuman restrukturisasi utang Whoosh diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor, mempercepat realisasi proyek, dan memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.