Setapak Langkah – 04 Agustus 2026 | Menteri Keuangan Purbaya menyatakan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur pertumbuhan yang kuat meski menghadapi tantangan global. Dalam rangkaian pernyataan terbaru, ia menyoroti dua indikator utama yang menunjukkan peningkatan signifikan: penjualan mobil dan konsumsi listrik nasional.
Penjualan mobil domestik mencatat kenaikan sebesar 32,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dipicu oleh permintaan konsumen yang kuat, dukungan kebijakan fiskal, serta ketersediaan pembiayaan yang lebih mudah.
- Penjualan Mobil: +32,9% YoY
- Konsumsi Listrik: meningkat secara tajam, mencerminkan aktivitas industri dan rumah tangga yang lebih tinggi
- Permintaan Domestik: tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi
Konsumsi listrik nasional juga menunjukkan lonjakan yang signifikan, menandakan peningkatan aktivitas produksi, komersial, dan penggunaan rumah tangga. Meskipun data persentase spesifik belum dirilis secara resmi, tren ini dipandang positif karena menunjukkan bahwa sektor‑sektor utama ekonomi beroperasi pada kapasitas yang lebih tinggi.
Purbaya menegaskan bahwa faktor‑faktor tersebut, bersama dengan kebijakan makroekonomi yang stabil, memberikan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan ekonomi ke depan. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memantau inflasi dan nilai tukar untuk memastikan stabilitas harga, sekaligus memperkuat dukungan bagi sektor‑sektor strategis seperti manufaktur, energi, dan transportasi.
Dengan indikator‑indikator ini, harapan besar diletakkan pada konsumen domestik sebagai motor penggerak utama. Pemerintah berharap bahwa tren positif ini akan berlanjut, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara.