Setapak Langkah – 22 April 2026 | Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan kesediaannya membuka kesempatan bagi investor asal Tiongkok untuk menerbitkan surat utang atau obligasi di pasar modal Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang menyoroti upaya memperluas basis investor asing serta memperkuat hubungan keuangan bilateral.
Langkah ini diharapkan dapat menambah likuiditas pasar obligasi domestik, sekaligus memberikan alternatif pembiayaan bagi perusahaan atau institusi keuangan China yang ingin mengakses dana dengan biaya yang kompetitif. Menurut Purbaya, regulasi yang ada sudah memungkinkan penerbitan obligasi asing asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
Beberapa poin utama yang ditekankan meliputi:
- Persyaratan transparansi dan pelaporan keuangan yang sejalan dengan standar internasional.
- Ketentuan mengenai mata uang penerbitan, dengan opsi penggunaan rupiah atau mata uang asing.
- Pengawasan ketat terhadap aliran dana untuk mencegah risiko keuangan sistemik.
Para analis pasar menilai bahwa inisiatif ini dapat menambah diversifikasi sumber pembiayaan bagi Indonesia, sekaligus memperkuat posisi pasar modal Indonesia sebagai pusat keuangan regional. Dengan semakin banyaknya investor asing, khususnya dari China, diharapkan spread (selisih) suku bunga obligasi domestik dapat menurun, memberikan manfaat bagi pemerintah maupun korporasi dalam mengelola biaya pinjaman.
Pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah pendukung, seperti penyederhanaan prosedur perizinan dan peningkatan infrastruktur teknologi keuangan. Jika berhasil, peluang ini dapat membuka pintu bagi penerbitan obligasi berjumlah ratusan miliar rupiah dalam jangka menengah hingga panjang.
Secara keseluruhan, kebijakan ini mencerminkan strategi Indonesia untuk meningkatkan integrasi pasar keuangan dengan mitra utama, serta menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang lebih terbuka dan kompetitif.