Setapak Langkah – 22 April 2026 | Vaksin Human Papillomavirus (HPV) kini semakin ditekankan sebagai langkah penting dalam pencegahan kanker serviks dan kanker terkait HPV pada perempuan sejak masa kanak-kanak. Satuan Tugas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa pemberian vaksin ini harus menjadi bagian rutin dari program imunisasi anak.
Prof. Hartono Gunardi, ketua IDAI, menjelaskan bahwa HPV adalah virus penyebab hampir 99% kasus kanker serviks. Dengan vaksinasi sebelum terpapar virus, risiko berkembangnya sel kanker dapat ditekan secara signifikan. Oleh karena itu, vaksin ini disarankan untuk diberikan pada usia remaja awal, yakni antara 9 hingga 14 tahun, sebelum masa pubertas.
Jadwal pemberian vaksin HPV biasanya meliputi dua atau tiga dosis, tergantung pada usia saat vaksinasi pertama kali:
- Dosis pertama: Saat anak berusia 9–14 tahun.
- Dosis kedua: 6–12 bulan setelah dosis pertama.
- Dosis ketiga (jika diperlukan): 6–12 bulan setelah dosis kedua, biasanya untuk mereka yang memulai vaksinasi setelah usia 15 tahun.
Manfaat vaksinasi tidak hanya terbatas pada perlindungan individu. Bila cakupan vaksinasi meningkat, akan terbentuk herd immunity yang mengurangi penyebaran HPV di masyarakat secara keseluruhan. Hal ini pada gilirannya menurunkan beban biaya perawatan kanker pada sistem kesehatan nasional.
Beberapa mitos yang masih beredar, seperti kekhawatiran tentang efek samping serius atau dampak pada kesuburan, telah dibantah oleh data ilmiah. Reaksi yang paling umum hanyalah nyeri ringan di tempat suntikan dan demam ringan yang bersifat sementara.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah memasukkan vaksin HPV ke dalam Program Kesehatan Nasional (PKN) dengan subsidi bagi keluarga tidak mampu. Namun, tantangan utama masih terletak pada sosialisasi yang cukup kepada orang tua dan peningkatan akses di daerah terpencil.
Upaya bersama antara tenaga medis, lembaga pendidikan, dan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepatuhan imunisasi. Orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak mengenai jadwal vaksinasi yang tepat dan memastikan anak mendapatkan perlindungan optimal sejak dini.