Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Dalam sebuah pertemuan yang dipandu oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membahas strategi pengelolaan aset negara bersama Menteri Investasi dan bidang terkait yang dipimpin oleh Rosan.
Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya optimalisasi aset milik negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing investasi asing. Presiden menekankan perlunya sinergi antar kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka memaksimalkan nilai ekonomis aset yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
- Identifikasi aset negara yang memiliki potensi komersial tinggi.
- Reformasi regulasi yang menghambat proses investasi pada aset strategis.
- Penerapan mekanisme pengelolaan berbasis profesional dan transparan.
- Peningkatan peran investor swasta dalam pengembangan aset melalui skema kemitraan.
Presiden juga menekankan pentingnya menjaga kepentingan nasional dalam setiap keputusan investasi, sekaligus memastikan bahwa manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, dibahas pula rencana pembentukan satuan kerja khusus yang akan mengkoordinasikan upaya pengelolaan aset lintas kementerian, dengan mandat untuk melakukan audit, penilaian nilai pasar, serta rekomendasi strategi penjualan atau pengembangan.
Hasil pertemuan diharapkan dapat dituangkan dalam kebijakan konkret dalam waktu dekat, sebagai bagian dari agenda reformasi ekonomi yang lebih luas di era pemerintahan Presiden Prabowo.