Setapak Langkah – 12 Agustus 2026 | Sejumlah prajurit TNI dikerahkan untuk membantu petani di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya menghadapi ancaman produksi pangan akibat fenomena El Nino yang diprediksi akan menjadi ekstrem pada musim tanam mendatang.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan bahwa penugasan tersebut bersifat sukarela dan tidak disertai honorarium. Menurutnya, TNI berperan sebagai penyokong utama dalam menjaga stabilitas produksi pangan, sementara honorarium biasanya dialokasikan untuk tenaga kerja sipil.
Tugas utama prajurit yang ditempatkan di lapangan meliputi:
- Membantu persiapan lahan, seperti pembersihan gulma dan pembajakan tanah.
- Memberikan dukungan logistik, termasuk transportasi pupuk dan bibit.
- Mengawasi pelaksanaan irigasi serta membantu perbaikan saluran air.
- Memberikan pelatihan singkat kepada petani mengenai teknik pertanian adaptif terhadap kondisi kering.
Penempatan ini difokuskan pada provinsi yang paling terdampak, antara lain:
| Provinsi | Jumlah Prajurit |
|---|---|
| Jawa Barat | 150 |
| Jawa Tengah | 120 |
| East Java | 130 |
| Sumatera Utara | 100 |
Amran menekankan bahwa keberadaan TNI di sektor pertanian bersifat temporer, sampai kondisi cuaca membaik dan produksi kembali stabil. Ia juga meminta sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, serta organisasi petani untuk mengoptimalkan hasil kerja lapangan.
Walaupun tidak diberikan honorarium, prajurit tetap melaksanakan tugas dengan profesional, mengingat peran strategis pertahanan negara tidak hanya terbatas pada bidang militer tetapi juga mencakup ketahanan pangan.