Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi landasan utama negara dalam menghadapi dinamika konflik internasional yang semakin kompleks.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan di Istana Kepresidenan pada hari Senin, di mana Prabowo menekankan pentingnya nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman bagi kebijakan luar negeri dan pertahanan nasional.
- Sila Ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa): Menjaga toleransi antaragama dalam situasi konflik global.
- Sila Ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Menegakkan hak asasi manusia dalam hubungan internasional.
- Sila Ke-3 (Persatuan Indonesia): Memperkuat solidaritas nasional sebagai benteng melawan ancaman eksternal.
- Sila Ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan): Mendorong dialog diplomatik berbasis musyawarah.
- Sila Ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Memastikan kebijakan luar negeri berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Prabowo juga menyinggung bahwa konflik dunia saat ini, seperti ketegangan geopolitik di beberapa wilayah, perang ekonomi, dan ancaman siber, menuntut Indonesia untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila agar tidak terjebak dalam polaritas politik luar negeri yang dapat merusak kedaulatan.
Beberapa pengamat politik menilai pernyataan ini sebagai upaya memperkuat legitimasi kepresidenan dalam mengarahkan kebijakan keamanan nasional, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang mengedepankan perdamaian.
Di sisi lain, organisasi masyarakat sipil menekankan perlunya implementasi konkret dari nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan praktis, bukan sekadar retorika. Mereka mengajak pemerintah untuk meningkatkan edukasi nilai kebangsaan di semua jenjang pendidikan serta memperkuat institusi yang menegakkan hukum internasional.
Dengan menegaskan kembali peran Pancasila, Prabowo berharap Indonesia dapat menghadapi tantangan global secara bijaksana, menjaga kedaulatan, serta tetap berkontribusi pada perdamaian dunia.