Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Ketua Umum organisasi kemasyarakatan Garda Mawar, Fauka Noor Farid, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu melaksanakan ibadah kurban pada hari raya Idul Adha dengan menggunakan dana pribadi. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara yang menyoroti kebiasaan pribadi presiden dalam menjalankan tradisi keagamaan tanpa mengaitkannya dengan anggaran negara.
Fauka menyebutkan, “Saya berkurban setiap tahun dengan dana pribadi, tanpa melibatkan dana negara. Hal ini saya lakukan sebagai bentuk tanggung jawab pribadi dan untuk menjaga transparansi penggunaan anggaran negara.” Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam memisahkan antara keuangan negara dan kepentingan pribadi.
Garda Mawar, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, menambahkan bahwa praktek berkurban dengan dana pribadi dianggap penting untuk menghindari persepsi penyalahgunaan dana publik. Organisasi tersebut juga menyoroti beberapa implikasi positif dari tindakan ini:
- Memperkuat kepercayaan publik terhadap integritas pemimpin negara.
- Menunjukkan contoh yang dapat diikuti oleh pejabat publik lainnya.
- Menghindari potensi penyalahgunaan anggaran negara dalam kegiatan keagamaan.
- Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan pribadi pejabat tinggi.
Selain itu, Fauka menambahkan bahwa Garda Mawar terus memantau dan melaporkan kegiatan serupa yang melibatkan pejabat publik, guna memastikan akuntabilitas yang berkelanjutan. Organisasi tersebut berkomitmen untuk tetap menjadi pengawas independen yang menilai kebijakan dan tindakan para pemimpin dengan objektivitas.
Penutup, meskipun tidak ada indikasi pelanggaran hukum, pernyataan ini menimbulkan diskusi publik mengenai batasan antara kebebasan beribadah dan tanggung jawab penggunaan dana publik. Pemerintah diharapkan dapat terus menegakkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam semua aspek pemerintahan.