Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Hari Buruh 2024 menjadi panggung bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sektor perikanan. Dalam sambutan yang disampaikan di depan ribuan nelayan, Prabowo menargetkan pemberdayaan sekitar enam juta nelayan di seluruh kepulauan Indonesia.
Program unggulan yang dijanjikan bernama Kampung Nelayan Merah Putih. Inisiatif ini dirancang untuk mengintegrasikan fasilitas produksi, pelatihan, serta akses pasar dalam satu ekosistem yang terkelola secara terpadu.
- Mendirikan desa nelayan modern dilengkapi pelabuhan kecil, pusat proses pengolahan, dan fasilitas penyimpanan yang bersertifikat.
- Memberikan pelatihan teknis dan manajemen usaha kepada nelayan serta tenaga kerja pendukung.
- Menghubungkan produk perikanan langsung ke jaringan distribusi nasional dan ekspor melalui platform digital pemerintah.
Selain meningkatkan pendapatan nelayan, program ini diharapkan dapat menyerap sekitar enam ratus ribu tenaga kerja di bidang perikanan, mulai dari pengolahan hingga logistik.
Para analis ekonomi menilai bahwa intervensi semacam ini dapat menstimulasi pertumbuhan sektor perikanan yang pada 2023 menyumbang lebih dari 2 % PDB nasional. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan sumber daya laut dan penegakan regulasi penangkapan yang bertanggung jawab.
Implementasi Kampung Nelayan Merah Putih akan dimulai pada kuartal pertama 2025, dengan prioritas wilayah-wilayah kepulauan yang memiliki potensi produksi tinggi namun masih minim infrastruktur. Pemerintah berjanji akan mengalokasikan dana khusus serta melibatkan sektor swasta melalui mekanisme kemitraan publik‑swasta (KPS).
Jika berhasil, program ini tidak hanya akan meningkatkan taraf hidup para nelayan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional serta menciptakan peluang ekspor produk perikanan yang lebih kompetitif.