Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bahwa pemerintahnya telah mengeluarkan arahan resmi agar seluruh sekolah di Indonesia memasukkan pembelajaran bahasa Prancis dalam kurikulum nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bilateral yang membahas kerjasama pendidikan dan kebudayaan antara kedua negara.
Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini tidak bersifat sementara, melainkan merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat hubungan diplomatik, meningkatkan mobilitas mahasiswa, serta menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi pasar kerja yang semakin global. Ia menambahkan bahwa bahasa Prancis dipilih karena peran pentingnya dalam organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, serta lembaga-lembaga multilateral lainnya.
Berikut poin-poin utama yang diuraikan oleh pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan tersebut:
- Pengintegrasian mata pelajaran bahasa Prancis mulai kelas 6 SD hingga akhir SMA/SMK.
- Penyediaan modul pembelajaran yang disesuaikan dengan standar nasional.
- Pelatihan intensif bagi guru bahasa asing, termasuk program pertukaran tenaga pendidik dengan institusi di Perancis.
- Pembentukan pusat bahasa Prancis di setiap provinsi sebagai fasilitas pendukung belajar.
- Pembiayaan beasiswa bagi pelajar berprestasi yang ingin melanjutkan studi di universitas Perancis.
Beberapa pakar pendidikan menyambut baik inisiatif tersebut, menyatakan bahwa penambahan bahasa asing selain Bahasa Inggris dapat memperluas wawasan siswa dan meningkatkan kemampuan kompetitif di kancah internasional. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya penyediaan sumber daya yang memadai, termasuk buku teks berkualitas dan guru yang kompeten, agar implementasi tidak hanya bersifat simbolik.
Di sisi lain, beberapa pihak mengkritisi prioritas kebijakan ini mengingat masih adanya tantangan dalam pemerataan akses pendidikan di daerah terpencil. Mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara penambahan bahasa asing dan penyempurnaan kualitas pendidikan dasar.
Prabowo menutup pertemuan dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat hubungan budaya dan pendidikan dengan Perancis, serta mengajak semua pemangku kepentingan untuk berkolaborasi mewujudkan kebijakan ini secara efektif.