Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | Seorang politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyampaikan keprihatinannya terkait perubahan pola hubungan antara Indonesia dan Singapura yang kini memasuki fase baru. Menurutnya, hubungan bilateral tidak lagi terbatas pada perdagangan dan investasi, melainkan meluas ke bidang keamanan, teknologi, budaya, serta penanganan isu-isu regional.
Politisi tersebut menekankan bahwa kedua negara, sebagai tetangga di kawasan Asia Tenggara, perlu menyesuaikan diri dengan dinamika geopolitik dan ekonomi global. Ia mengingat bahwa volume perdagangan barang antara Indonesia dan Singapura pada tahun lalu mencapai sekitar US$12 miliar, sementara investasi langsung Singapura di Indonesia mencapai US$9,2 miliar.
- Perdagangan barang: ~US$12 miliar (2023)
- Investasi langsung: ~US$9,2 miliar (2023)
- Turisme: lebih dari 1,3 juta kunjungan wisatawan Singapura ke Indonesia
Selain itu, politikus tersebut mengusulkan peningkatan kerjasama di sektor teknologi informasi, energi terbarukan, serta penanggulangan perubahan iklim. Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi keamanan maritim mengingat Selat Malaka dan Selat Singapore merupakan jalur perdagangan strategis.
Dalam kesempatan tersebut, politisi Gerindra menegaskan perlunya dialog berkelanjutan dan mekanisme koordinasi yang lebih kuat antara kementerian terkait, serta melibatkan sektor swasta dan lembaga akademik untuk memperdalam hubungan yang lebih komprehensif.