Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Polisi Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menegaskan kembali komitmen untuk mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal aksi unjuk rasa yang dilaksanakan di gedung DPRD Jabar, Bandung. Pendekatan ini menitikberatkan pada dialog terbuka, penghormatan hak warga untuk menyuarakan aspirasi, serta pengelolaan situasi tanpa mengandalkan kekerasan.
Berbagai langkah konkret telah diterapkan oleh Polda Jabar, antara lain:
- Koordinasi intensif dengan penyelenggara aksi, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan lain sebelum dan selama acara.
- Penyuluhan kepada peserta aksi mengenai aturan tata tertib, jalur evakuasi, dan pentingnya menjaga ketertiban.
- Pemantauan real‑time menggunakan unit mobil patroli dan kamera pengawas untuk mengidentifikasi potensi kerusuhan.
- Penempatan tim negosiasi yang siap merespons keluhan atau konflik secara cepat melalui dialog.
- Penerapan prosedur de‑eskalasi, termasuk penggunaan peringatan verbal sebelum mengambil tindakan fisik.
Selama berlangsungnya unjuk rasa, petugas berhasil menjaga keamanan dan ketertiban tanpa terjadi benturan fisik yang signifikan. Meskipun ada beberapa insiden kecil, seperti keributan verbal antara kelompok demonstran, tim Polda Jabar segera menengahi dengan cara mediasi, sehingga situasi kembali kondusif.
Penerapan pendekatan humanis ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi aparat keamanan lain dalam menangani demonstrasi publik, khususnya di wilayah yang sensitif. Dengan menyeimbangkan penegakan hukum dan penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, Polda Jabar menunjukkan bahwa keamanan publik dapat dicapai tanpa mengorbankan hak asasi warga.