Setapak Langkah – 14 Agustus 2026 | Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 % pada tahun 2026, menandai percepatan dibandingkan proyeksi sebelumnya. Pencapaian ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat posisi negara di kancah global.
Berbagai langkah strategis telah disusun untuk mewujudkan target tersebut. Berikut rangkaian kebijakan utama yang menjadi fokus pemerintah:
- Penguatan investasi domestik dan asing melalui penyederhanaan perizinan, insentif pajak, dan perlindungan hak properti.
- Reformasi struktural di sektor energi, pertanian, dan manufaktur untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah.
- Pembangunan infrastruktur berkelanjutan meliputi jaringan transportasi, energi terbarukan, dan konektivitas digital.
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan program pelatihan vokasi, beasiswa, dan kerjasama industri‑akademik.
- Dukungan kuat bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan, digitalisasi usaha, dan pasar ekspor.
- Digitalisasi ekonomi melalui pengembangan ekosistem fintech, e‑commerce, dan smart city.
- Kebijakan fiskal dan moneter yang stabil untuk menjaga inflasi terkendali serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Berikut tabel perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya:
| Tahun | Pertumbuhan GDP (%) |
|---|---|
| 2023 | 5,2 |
| 2024 | 5,5 |
| 2025 | 5,8 |
| 2026 | 6,0 |
Implementasi strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka pertumbuhan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, khususnya di sektor teknologi, energi bersih, dan industri kreatif. Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan akademisi untuk memastikan keberhasilan rencana jangka menengah ini.