Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melontarkan kritik keras terhadap Gibran Rakabuming Raka, putra presiden, yang baru-baru ini mengundang lima mahasiswa untuk melakukan tur keliling wilayah Indonesia Timur. PDIP menilai langkah tersebut tidak sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya memecah‑belah gerakan mahasiswa secara sistematis dan membangun basis dukungan politik menjelang pemilu mendatang.
- PDIP menyoroti bahwa kunjungan ke wilayah timur Indonesia sering kali menjadi ajang politisasi, terutama ketika disertai dengan pertemuan eksklusif antara tokoh politik dan mahasiswa.
- Pengkritik menilai strategi tersebut berupaya menciptakan basis massa baru di daerah yang secara historis belum menjadi pusat politik nasional.
- PDIP mengingatkan pentingnya menjaga kebebasan berserikat mahasiswa tanpa intervensi politik yang berlebihan.
Sementara itu, tim pendukung Gibran berargumen bahwa program “Keliling Indonesia Timur” bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada realitas pembangunan di daerah terpencil, sekaligus memberikan ruang dialog langsung antara generasi muda dan pemimpin daerah. Mereka menegaskan bahwa kunjungan tersebut bersifat non‑partisan dan bertujuan meningkatkan kesadaran sosial.
Dalam konteks persaingan politik menjelang Pilkada dan Pemilihan Umum 2024, perdebatan ini mencerminkan dinamika baru di mana aktor politik mencoba merangkul kelompok mahasiswa secara lebih intensif. PDIP memperingatkan bahwa taktik semacam ini dapat menimbulkan fragmentasi gerakan mahasiswa, mengalihkan energi mereka dari perjuangan hak‑cita ke arena politik praktis.
Ke depan, PDIP berjanji akan terus memantau aktivitas serupa dan menuntut transparansi serta akuntabilitas dari semua pihak yang melibatkan mahasiswa dalam agenda politik. Sementara itu, para mahasiswa sendiri diharapkan tetap kritis, menjaga independensi, dan menolak segala bentuk instrumentalitas politik yang dapat menggerogoti integritas gerakan mereka.