Setapak Langkah – 18 Agustus 2026 | Di Kairo, sebuah pelatihan intensif telah diselenggarakan bagi 28 profesional medis, termasuk dokter asal Mesir, Palestina, serta mahasiswa kedokteran dari Indonesia. Program ini berfokus pada penanganan luka-luka berat yang muncul akibat konflik bersenjata di Jalur Gaza.
Pelatihan menggunakan metode Bilogis, sebuah pendekatan berbasis sistematik yang mengintegrasikan penilaian, intervensi, dan pemulihan pada korban trauma. Metode ini menekankan pada kecepatan respons, penggunaan peralatan minimal, serta koordinasi tim medis multinasional.
- Evaluasi awal: Identifikasi jenis luka, tingkat keparahan, dan prioritas penanganan.
- Stabilisasi: Pengendalian perdarahan, penanganan jalan napas, serta pemberian analgesik.
- Intervensi lanjutan: Debridemen, penutupan luka, serta perawatan pasca operasi.
- Rehabilitasi: Penyuluhan tentang perawatan luka di lingkungan terbatas dan pencegahan infeksi.
Instruktur utama berasal dari tim medis internasional yang memiliki pengalaman lapangan di zona konflik. Selama tiga hari, peserta diberi kesempatan berlatih pada simulasi korban dengan skenario realistis, termasuk penggunaan bahan perban improvisasi dan teknik hemostasis darurat.
Mahasiswa kedokteran Indonesia yang hadir, antara lain dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada, menyatakan antusiasme tinggi. Salah satu peserta mengungkapkan, “Pengalaman ini sangat berharga karena kami dapat memahami tantangan medis di daerah konflik dan siap membantu ketika dibutuhkan.”
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan solidaritas medis antara negara-negara Muslim serta meningkatkan kapasitas penanganan darurat di wilayah yang terdampak. Dengan penerapan metode Bilogis, diharapkan korban perang di Gaza mendapatkan pertolongan yang lebih cepat dan efektif.