Setapak Langkah – 30 April 2026 | Juru bicara Kementerian Pendayagunaan Penataan Aset (PPPA), Arifatul, pada Rabu (xx) menyampaikan permohonan maaf resmi kepada publik atas kegaduhan yang muncul setelah pemerintah mengusulkan penempatan gerbong khusus perempuan pada layanan kereta api nasional.
Usulan tersebut awalnya dimaksudkan untuk meningkatkan kenyamanan dan rasa aman bagi penumpang perempuan, terutama pada jam-jam operasional yang padat. Namun, pernyataan awal yang kurang terperinci memicu persepsi bahwa keselamatan penumpang laki‑laki akan diabaikan.
Dalam konferensi pers, Arifatul menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengesampingkan atau mengorbankan keselamatan penumpang laki‑laki. Ia menambahkan bahwa setiap kebijakan transportasi harus mengedepankan prinsip inklusif, dimana hak dan keamanan semua pengguna tetap terjaga.
- Fokus utama kebijakan: menciptakan ruang aman bagi perempuan.
- Langkah selanjutnya: studi lanjutan mengenai desain interior gerbong yang bersifat gender‑neutral.
- Komitmen kementerian: melibatkan ahli keselamatan, lembaga hak perempuan, serta asosiasi penumpang dalam penyusunan regulasi.
Arifatul juga mengajak seluruh pihak, termasuk organisasi masyarakat dan media, untuk memberikan masukan konstruktif demi menghasilkan solusi yang dapat diterima semua kalangan. Ia menutup pernyataan dengan harapan agar diskusi dapat berlanjut secara produktif tanpa menimbulkan polarisasi.