Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan ajakan kepada Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk berperan aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi yang dihadiri perwakilan PIKI serta sejumlah tokoh masyarakat.
Indonesia Emas 2045 merupakan target jangka panjang pemerintah yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju pada peringatan 100 tahun kemerdekaan. Fokus utama agenda tersebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pembangunan, inovasi teknologi, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Menteri Tito menekankan bahwa peran organisasi keagamaan, khususnya PIKI, sangat penting dalam memperkuat rasa persatuan dan menggerakkan semangat gotong‑royong. Ia menambahkan bahwa kontribusi PIKI dapat diwujudkan melalui:
- Penyuluhan nilai kebangsaan kepada anggota dan masyarakat luas.
- Partisipasi dalam program-program pembangunan sosial‑ekonomi di daerah.
- Kolaborasi dengan instansi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan strategis.
- Peningkatan kapasitas intelijen komunitas untuk mendukung keamanan dan ketertiban.
Dalam sambutannya, Ketua PIKI menyatakan kesiapan organisasi untuk mendukung agenda tersebut dengan menyesuaikan program internal serta mengoptimalkan jaringan anggota di seluruh Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor untuk mengatasi tantangan struktural seperti kesenjangan ekonomi dan akses pendidikan.
Selain itu, Menteri Dalam Negeri menegaskan bahwa realisasi Indonesia Emas 2045 tidak dapat dicapai tanpa dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, dan sektor swasta. Ia berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahunan, peningkatan indeks pembangunan manusia, serta peningkatan kualitas infrastruktur.
Penutup pertemuan diwarnai dengan komitmen bersama untuk mengadakan forum koordinasi rutin, guna memantau progres dan menyesuaikan langkah-langkah strategis sesuai dengan dinamika lapangan.