Setapak Langkah – 17 Juli 2026 | Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Kamis menolak permintaan terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menginginkan penahanan migran selama pemeriksaan lalu lintas di perbatasan. Sheinbaum menegaskan bahwa langkah tersebut melanggar kedaulatan Meksiko dan tidak sejalan dengan prinsip kemanusiaan yang dijunjung negara tersebut.
Permintaan penahanan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan Washington untuk memperketat kontrol migrasi di wilayah perbatasan selatan. Pemerintah AS berargumen bahwa penahanan sementara dapat memperlancar proses verifikasi identitas dan status hukum para migran sebelum mereka melanjutkan perjalanan.
Namun, pemerintah Meksiko menolak keras usulan tersebut, menyatakan bahwa otoritas Meksiko memiliki hak penuh dalam menangani prosedur pemeriksaan lalu lintas di dalam negeri. Sheinbaum menambahkan bahwa penahanan migran di wilayah Meksiko akan menimbulkan beban tambahan bagi sistem hukum dan sosial negara.
Selain menolak, Sheinbaum juga menekankan pentingnya dialog bilateral yang konstruktif untuk menyelesaikan isu migrasi tanpa mengorbankan hak asasi manusia. Ia mengajak pihak AS untuk menghormati perjanjian internasional yang telah disepakati bersama.
Langkah penolakan ini diperkirakan akan memengaruhi hubungan diplomatik antara kedua negara, terutama dalam bidang keamanan perbatasan dan kebijakan imigrasi. Pengamat politik menilai bahwa Meksiko berusaha menjaga kemandirian kebijakan dalam menghadapi tekanan eksternal, sambil tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip kemanusiaan.