Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Menanggapi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak awal tahun, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar kebijakan tersebut lebih efisien dan dampaknya merata di seluruh lapisan masyarakat.
Luhut menyoroti tiga aspek utama yang harus menjadi fokus dalam proses evaluasi. Pertama, pengukuran efektivitas program dalam menurunkan tingkat kekurangan gizi pada anak-anak dan keluarga berpendapatan rendah. Kedua, peninjauan kembali alokasi anggaran untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dapat memberikan nilai tambah yang maksimal. Ketiga, penerapan mekanisme bertahap sehingga penyesuaian kebijakan dapat dilakukan secara fleksibel sesuai dengan hasil evaluasi lapangan.
- Pengukuran dampak gizi: Menggunakan data kesehatan daerah, survei rumah tangga, serta indikator stunting dan wasting sebagai tolok ukur.
- Optimasi anggaran: Mengidentifikasi komponen biaya yang dapat dipangkas atau dialokasikan ulang, seperti logistik distribusi dan administrasi.
- Penerapan bertahap: Memulai pilot di wilayah dengan kebutuhan paling mendesak, kemudian memperluas ke daerah lain setelah hasil evaluasi positif.
Selain itu, Luhut mengingatkan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga pada sinergi antar‑instansi, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, serta lembaga non‑pemerintah yang memiliki jaringan distribusi di tingkat desa.
Ia juga mengusulkan pembentukan tim khusus yang terdiri dari pakar gizi, ekonom, dan perwakilan masyarakat untuk melakukan audit independen setiap enam bulan. Hasil audit tersebut akan dipublikasikan secara transparan, sehingga masyarakat dapat memantau penggunaan dana publik.
Jika rekomendasi Luhut diimplementasikan, diharapkan program MBG tidak hanya meningkatkan status gizi nasional, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja yang lebih sehat.