Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Pada Rabu, 20 Mei 2026, militer Korea Selatan mengumumkan secara resmi langkah awal untuk memperoleh kapal selam yang digerakkan oleh tenaga nuklir. Pengumuman tersebut didasarkan pada dokumen resmi Angkatan Laut Korea Selatan yang dirilis kepada publik.
Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pertahanan Korea Selatan, yang selama ini mengandalkan kapal selam konvensional. Dengan mengadopsi teknologi nuklir, negara tersebut berharap dapat meningkatkan daya jelajah, kecepatan, dan kemampuan operasi kapal selam di perairan yang luas.
Berikut beberapa faktor yang melatarbelakangi inisiatif ini:
- Kebutuhan Strategis: Menanggapi dinamika keamanan di kawasan Asia‑Pasifik, khususnya ketegangan dengan Korea Utara dan kehadiran militer China di Laut Kuning.
- Keunggulan Teknis: Kapal selam nuklir dapat beroperasi selama bertahun‑tahun tanpa harus mengisi ulang bahan bakar, memberikan keunggulan taktis dalam hal penyamaran dan mobilitas.
- Pengembangan Industri: Proyek ini diharapkan dapat memacu teknologi tinggi dalam sektor pertahanan domestik serta membuka peluang kerja dan kolaborasi dengan perusahaan luar negeri.
Rencana pelaksanaan proyek meliputi tahapan berikut:
- Pembentukan tim kerja khusus di Kementerian Pertahanan untuk mengelola proses akuisisi dan integrasi teknologi.
- Negosiasi kontrak dengan produsen kapal selam nuklir, diperkirakan melibatkan perusahaan dari Amerika Serikat atau Eropa.
- Pengembangan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pemeliharaan khusus di Korea Selatan.
- Pelatihan awak kapal selam dan personel teknis melalui program pertukaran dan kursus intensif.
Anggaran yang dibutuhkan belum diumumkan secara rinci, namun diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS selama fase pembangunan dan operasional awal.
Dampak regional dari keputusan ini diprediksi akan memicu reaksi beragam. Sebagian negara sekutu, seperti Amerika Serikat, menyambut baik peningkatan kemampuan pertahanan Korea Selatan, sementara negara‑negara tetangga mungkin menilai langkah ini sebagai eskalasi militer.
Secara keseluruhan, inisiatif kapal selam bertenaga nuklir menandai era baru bagi kebijakan pertahanan Korea Selatan, dengan implikasi yang luas baik secara teknis maupun geopolitik.