Setapak Langkah – 15 Juni 2026 | Setelah berbulan‑bulan negosiasi intensif, Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan final yang akan diangkat menjadi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa‑Bangsa. Resolusi ini diharapkan menjadi landasan hukum bagi pencabutan sanksi internasional terhadap Iran serta penegakan kembali perjanjian nuklir yang pernah dibatalkan pada 2018.
Inti perjanjian mencakup tiga pilar utama: (1) pembatasan produksi uranium berperkayaan tinggi Iran hingga tingkat yang tidak dapat menimbulkan senjata nuklir; (2) pelaksanaan inspeksi rutin dan tak terduga oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA); serta (3) pencabutan sanksi ekonomi secara bertahap, dimulai dengan penghapusan larangan perdagangan minyak dan akses ke pasar keuangan global, yang akan selesai dalam jangka waktu sepuluh tahun.
- Iran setuju menurunkan stok uranium terakumulasi menjadi tidak lebih dari 300 kilogram.
- AS berjanji mencabut semua sanksi yang berkaitan dengan program nuklir, termasuk pembekuan aset asing.
- IAEA akan menyiapkan tim inspeksi yang akan beroperasi 24/7 selama fase implementasi.
Resolusi tersebut akan diajukan oleh Amerika Serikat pada sidang khusus Dewan Keamanan. Dukungan kuat diperkirakan datang dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Jepang, sementara Rusia dan China kemungkinan akan menahan diri atau abstain, menurunkan risiko veto. Dengan mayoritas 15 suara, resolusi diprediksi dapat teradopsi dalam minggu pertama bulan depan.
Pernyataan resmi dari pejabat tinggi Iran menegaskan komitmen Tehran untuk mematuhi semua ketentuan inspeksi dan menolak segala upaya menghalangi proses verifikasi. Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menekankan bahwa kesepakatan ini merupakan “langkah penting menuju stabilitas regional dan keamanan global”. Pakar keamanan internasional menilai bahwa penyelesaian ini dapat meredam ketegangan di Timur Tengah serta membuka ruang bagi kerja sama energi yang lebih luas.
Implikasi ekonomi tidak kalah signifikan. Dengan pencabutan sanksi, Iran diproyeksikan akan meningkatkan ekspor minyak hingga 1,5 juta barel per hari, yang dapat menurunkan harga minyak dunia dan menguatkan pasar energi regional. Investor asing juga diperkirakan akan mengalir kembali ke sektor energi, manufaktur, dan infrastruktur Iran.
Langkah selanjutnya meliputi penandatanganan dokumen teknis antara IAEA dan otoritas nuklir Iran, pelaporan berkala kepada Dewan Keamanan, serta peninjauan tahunan yang dapat menyesuaikan batasan jika diperlukan. Jika semua pihak melaksanakan komitmen secara konsisten, perjanjian ini dapat menjadi fondasi bagi hubungan diplomatik yang lebih luas antara Tehran dan Washington di masa depan.