Setapak Langkah – 15 Juni 2026 | Pada Minggu (14/6), Kantor Berita ANTARA melaporkan serangkaian perkembangan penting dalam sektor pangan nasional. Pemerintah tengah melakukan kajian menyeluruh terkait program bantuan gula serta meninjau ketersediaan stok beras di gudang-gudang strategis.
Kajian bantuan gula difokuskan pada penyesuaian alokasi subsidi bagi rumah tangga berpenghasilan rendah. Analisis menunjukkan bahwa kebutuhan gula rumah tangga meningkat sebesar 3,5% pada kuartal pertama 2024, sementara pasokan domestik tetap stabil. Pemerintah mempertimbangkan tiga skenario: memperluas cakupan bantuan, menyesuaikan kuota per keluarga, atau mengalihkan subsidi ke bahan pokok lain.
Sementara itu, data terbaru dari Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa stok beras nasional mencapai 34,2 juta ton pada akhir Mei 2024, naik 1,8 juta ton dibandingkan bulan sebelumnya. Stok ini mencakup beras kualitas premium, menengah, dan standar, yang disimpan di lebih dari 200 gudang daerah.
| Kategori Beras | Stok (juta ton) |
|---|---|
| Premium | 5,4 |
| Menengah | 12,7 |
| Standar | 16,1 |
Para analis menilai bahwa tingkat ketersediaan ini cukup untuk menahan fluktuasi harga beras pada musim panen berikutnya. Namun, mereka memperingatkan bahwa faktor cuaca ekstrem dan volatilitas pasar global dapat mempengaruhi stabilitas pasokan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah tambahan, antara lain peningkatan distribusi beras melalui program beras murah, serta koordinasi dengan produsen gula untuk memastikan harga tetap terjangkau bagi konsumen.
Keseluruhan, upaya ini diharapkan dapat menekan tekanan inflasi pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan.