Setapak Langkah – 30 Juli 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa program Makanan Bergizi (MBG) akan difokuskan pada daerah‑daerah dengan tingkat risiko gizi yang tinggi. Kebijakan ini bertujuan mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat secara keseluruhan.
- Identifikasi wilayah risiko tinggi melalui survei gizi nasional.
- Penyusunan paket MBG yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
- Distribusi melalui posyandu, puskesmas, dan lembaga sosial.
- Monitoring dan evaluasi berkala untuk menilai dampak program.
Sudaryono juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektoral, termasuk kementerian kesehatan, pendidikan, dan pertanian, menjadi kunci keberhasilan. Ia mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat untuk memastikan program MBG dapat menjangkau sasaran yang paling membutuhkan.
Dengan pendekatan berbasis data ini, diharapkan angka stunting dapat turun secara signifikan dalam lima tahun ke depan, sekaligus meningkatkan produktivitas tenaga kerja masa depan Indonesia.