Setapak Langkah – 30 Juli 2026 | Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan tipis pada sesi perdagangan pagi ini, dipicu oleh spekulasi tentang kemungkinan serangan militer yang diungkapkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Iran.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0,38 poin menjadi US$84,09 per barel, sementara Brent, acuan internasional lainnya, naik 0,40 poin menjadi US$87,70 per barel.
| Indeks | Perubahan (poin) | Harga Terbaru (USD/barel) |
|---|---|---|
| WTI | +0,38 | 84,09 |
| Brent | +0,40 | 87,70 |
Ancaman Trump terhadap Iran muncul setelah meningkatnya ketegangan di wilayah Teluk Persia, terutama terkait program nuklir Tehran dan dukungan Washington terhadap negara-negara sekutu di kawasan tersebut. Meskipun pernyataan tersebut masih bersifat retoris, pasar energi sensitif terhadap sinyal geopolitik, sehingga investor memperkirakan potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.
Kenaikan harga yang terbatas ini mencerminkan kombinasi antara faktor permintaan yang tetap stabil serta ekspektasi bahwa konflik terbuka masih belum terwujud. Analis memperkirakan bahwa jika situasi geopolitik semakin memburuk, volatilitas harga minyak dapat meningkat secara signifikan, menambah tekanan pada ekonomi global yang masih berusaha pulih dari dampak pandemi.
Dalam jangka menengah, harga minyak dipengaruhi oleh kebijakan OPEC+, produksi cadangan strategis, serta dinamika nilai tukar dolar AS. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk memantau perkembangan diplomatik antara AS dan Iran serta kebijakan energi negara-negara produsen utama.