Setapak Langkah – 15 April 2026 | Dana Moneter Internasional (IMF) mengeluarkan peringatan serius terkait konsekuensi ekonomi global bila konflik militer antara Amerika Serikat‑Israel dan Iran bereskalasi.
Dalam skenario terburuk, diperkirakan sekitar 45 juta orang di wilayah yang paling rentan—terutama di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, dan beberapa negara berkembang—akan menghadapi ancaman kelaparan akibat naiknya harga pangan pokok.
- Harga gandum diproyeksikan naik 30 % dalam 12 bulan ke depan.
- Biaya transportasi laut dan darat dapat melonjak 20‑25 % akibat gangguan pelabuhan dan rute perdagangan.
- Inflasi makanan diperkirakan mencapai 10‑12 % di negara‑negara berpendapatan rendah.
Berikut ringkasan faktor utama yang diidentifikasi IMF:
| Faktor | Dampak |
|---|---|
| Peningkatan harga minyak | Mendorong inflasi umum dan mengurangi daya beli. |
| Gangguan aliran pangan | Memicu kelangkaan bahan makanan pokok di pasar regional. |
| Ketidakpastian investasi | Menurunkan arus modal asing ke negara‑negara berkembang. |
IMF menekankan pentingnya respons kebijakan yang terkoordinasi, termasuk peningkatan bantuan kemanusiaan, stabilisasi harga pangan melalui cadangan strategis, serta upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi konflik.
Jika langkah‑langkah mitigasi tidak diambil secara cepat, dampak ekonomi yang meluas dapat memperparah krisis pangan dan menambah beban pada sistem kesehatan serta pendidikan di negara‑negara yang paling terpengaruh.