Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Menurut pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai 5,61 persen, menjadikannya yang tertinggi di antara negara‑negara Asia Tenggara.
Angka tersebut melampaui rata‑rata pertumbuhan kawasan yang diperkirakan berada di kisaran 4,2 persen. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi infrastruktur, serta perbaikan neraca perdagangan.
| Negara | Pertumbuhan Q1 2026 (%) |
|---|---|
| Indonesia | 5,61 |
| Vietnam | 5,2 |
| Filipina | 4,8 |
| Thailand | 4,1 |
| Malaysia | 3,9 |
Purbaya menekankan bahwa kebijakan fiskal yang berfokus pada stimulus konsumsi dan program pembangunan infrastruktur berperan penting dalam mendorong pertumbuhan. Selain itu, perbaikan iklim investasi dan stabilitas politik turut menambah kepercayaan pelaku usaha.
Pengamat ekonomi menilai bahwa meski pertumbuhan tinggi, tantangan seperti inflasi yang masih berada di atas target dan ketergantungan pada komoditas ekspor harus tetap diwaspadai. Pemerintah diperkirakan akan terus mengedepankan reformasi struktural untuk menjaga momentum pertumbuhan di kuartal‑kuartal berikutnya.
Dengan kinerja ini, Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai mesin pertumbuhan utama di kawasan, sekaligus meningkatkan daya saing globalnya.